Rabu, 14 Maret 2012
Yuk, Belajar Matematika Sedekah :D
Ya! Sepuluh dikurangi satu ketemunya 709 (tujuh ratus Sembilan). Bagaimana bisa? Hasil fantastis itu tidak bisa didapatkan dengan matematika konvensional. Hasil itu hanya bisa dihasilkan dari matematika sedekah. Rumus yang dipakai adalah apa yang Allah sampaikan dalam surat al Baqoroh 261, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
Ayat ini merupakan kabar dari Allah mengenai pelipatgandaan pahala bagi orang-orang yang beriman dan beramal untuk mencari keridhoan Allah. Padanya dijelaskan bahwa pahala akan dilipatgandakan sepuluh hingga 700 kali lipat, bahkan lebih banyak lagi. Sehingga dengan pelipatan itu bisa ketemu juga rumus 10 - 10 = 7.000. Luar biasa!
Menurut Ibnu Katsir perumpamaan ini (kelipatan tujuh kemudian kelipatan seratus) lebih menyentuh jiwa dari pada disebut langsung 700 kali lipat. Karena padanya terdapat isyarat bahwa pahala amal sholih itu dikembangkan oleh Allah bagi para pelakunya. Hal tersebut juga mengandung arti Allah akan melipatgandakan lebih banyak lagi. Sehingga hasilnya akan berubah lebih besar lagi. Bisa jadi 10 – 1 hasilnya, 1.000.000 atau bahkan hingga 1.000.000.000, terserah kepada Allah.
Kabar gembira tentang pelipatan ini juga dikabarkan oleh Rosulullah saw. Disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud; Beliau menyebutkan bahwasanya ada seorang laki-laki yang menginfakkan seekor unta yang hidungnya telah diberi tali di jalan Allah. Maka Rosul bersabda: “Engkau pasti akan datang pada hari kiamat kelak, dengan tujuh ratus unta yang telah ditali hidungnya.” (HR. Muslim, Ahmad, Nasa’i)
Itulah janji Allah dan Rosul-Nya. Sedangkan janji itu tidak akan pernah diingkari, “sesungguhnya Allah tidak akan pernah menyalahi janjinya.” Janji itu akan Allah penuhi tidak saja pada kehidupan akhirat nanti (berupa syurga), tapi juga saat di dunia dengan rizqi yang berlipat ganda. Allahu akbar!
Quote : ar-rohmah putri
Bergunjing ????
Bergunjing atau ghibah telah menjadi sebuah kebiasaan lumrah pada masyarakat. Bahkan pertemuan-pertemuan, arisan, acara televisi, dan lain-lain kurang seru jika tidak ditambah dengan bergunjing. Berderet-deret acara ghibah tersuguhkan tiada henti. Padahal dosa ghibah termasuk dalam dosa besar. Ia disamakan dengan dosa orang yang memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Allah berfirman; “Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya…..” (al Hujurot: 12)
Karena telah menjadi kebiasaan, maka terasa ringan saja orang-orang dalam bergunjing. Lidah terasa lincah bergerak membicarakan aib orang. Tidak ada halangan, tidak ada rasa risih karena menelanjangi saudara sendiri. Tidak jarang ada yang menyangka bahwa jika apa yang dibicarakan tersebut benar adanya maka ia tidak termasuk menggunjing. Padahal Rosulullah telah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Rosulullah bersabda, “Apakah kalian mengetahui apa yang dimaksud dengan ghibah (bergunjing)?” Para sahabat menjawab: “Allah dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Ghibah (bergunjing) adalah kamu menceritakan sesuatu yang dibenci oleh saudaramu.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rosulullah bagaimana jika yang aku ucapkan terhadap saudaraku ternyata benar adanya?” Rosulullah bersabda, “Jika yang engkau ucapkan benar adanya maka engkau telah menggunjingnya. Dan jika ucapanmu tidak benar, maka engkau telah menuduhnya.”
Ghibah disini meliputi menceritakan cacat tubuh (fisik), cacat akhlaq (perbuatan jelek) dan aib dalam agamanya. Orang yang menggunjing berarti telah menyerahkan amal sholih (baik) kepada orang yang digunjingnya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh disebutkan Rosulullah bersabda, “Apakah engkau tahu siapakah orang yang bangkrut itu? Para sahabat menjawab, “orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya harta.” Beliau menjawab, “Bukan itu. Orang yang bangkrut adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan seperti gunung. Tetapi ia telah mendzolimi seseorang, mencela si fulan dan mencuri harta fulan yang lain. Maka si fulan mengambil kebaikannya dan si fulan yang lain juga mengambil kebaikannya itupun kalau kebaikannya masih ada. Apabila sudah habis, maka dosa orang-orang yang pernah ia dzolimi akan ditimpakan kepadanya kemudian ia akan dilempar ke dalam api neraka.” (HR. Muslim)
Subhanallah semoga Allah menjaga lisan ini agar tidak menggunjing. Amin!
Quote : ar-rohmah putri
Tragedi WTC (11 September 2001) Tertulis dalam Al-Qur'an ???
SIAPA SANGKA KEJADIAN 11 september 2001 TERTULIS DALAM AL-QUR'AN
Ternyata Allah telah memberikan kabarnya 14 abad yang lalu tanpa diketahui oleh
manusia. Ini adalah salah satu mukjizat Al-Qur’an yg telah membuktikan kejadian pada masa yg akan datang.
Tragedi WTC ada dalam Surah At-Taubah Ayat 109:
Terjemahan
“Maka apakah orang-orang yg mendirikan bangunannya di atas dasar taqwa
Kpd Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang
yg mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh , lalu
bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam.
Dan Allah tdk memberikan petunjuk kpd orang-orang yang Zalim.”
Disitu disebutkan keruntuhan sebuah bangunan krn yg mendirikannya adalah orang -orang yg zalim.
Pd Surah At-Taubah di atas tlh disebutkan kata ditepi jurang yg runtuh yg dalam arabnya “JURUFIN HAR”. ulama tafsir dulu menterjemahakan kata ini sebagai “tepi jurang yang runtuh”
ternyata 14 abad kemudian kata tersebut menjadi nama sebuah jalan dikota New York tempat berdirinya WTC, yaitu : Jalan JERF HAR.
Subhanallah !!
Kita ingat kejadian Gedung WTC runtuh pada tanggal 11-9-2001.
Mari kita lihat beberapa kesamaan (yang mestinya bukan hanya kebetulan semata-mata ) :
1. Tanggal 11 adalah tanggal terjadinya tragedi WTC,apakah suatu kebetulan bila surat At Taubah terletak pada juz ke 11.
2. Bulan terjadinya tragedi itu adalah bulan September (bulan ke 9), apakah secara kebetulan jika surat At Taubah berada pada urutan ke 9 dari Alquran.
3. Tahun terjadinya tragedi itu tahun 2001 , apakah secara kebetulan pula bila jmlh huruf dalam surat AtTaubah terdiri dari 2001 huruf.
4. Jumlah tingkat di gedung WTC ada 109 tingkat, sekali lagi apakah mungkin kebetulan – berulang sampai 4 kali – bila hal tersebut sudah tertulis dalamSurah At Taubah ayat 109.
SubhanAllah, Maha Suci Allah dan sungguh benar nabi Muhammad adalah Rasul-Mu !
Sungguh benarlah firman-Mu yaa Roob
Ternyata Allah telah memberikan kabarnya 14 abad yang lalu tanpa diketahui oleh
manusia. Ini adalah salah satu mukjizat Al-Qur’an yg telah membuktikan kejadian pada masa yg akan datang.
Tragedi WTC ada dalam Surah At-Taubah Ayat 109:
Terjemahan
“Maka apakah orang-orang yg mendirikan bangunannya di atas dasar taqwa
Kpd Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang
yg mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh , lalu
bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam.
Dan Allah tdk memberikan petunjuk kpd orang-orang yang Zalim.”
Disitu disebutkan keruntuhan sebuah bangunan krn yg mendirikannya adalah orang -orang yg zalim.
Pd Surah At-Taubah di atas tlh disebutkan kata ditepi jurang yg runtuh yg dalam arabnya “JURUFIN HAR”. ulama tafsir dulu menterjemahakan kata ini sebagai “tepi jurang yang runtuh”
ternyata 14 abad kemudian kata tersebut menjadi nama sebuah jalan dikota New York tempat berdirinya WTC, yaitu : Jalan JERF HAR.
Subhanallah !!
Kita ingat kejadian Gedung WTC runtuh pada tanggal 11-9-2001.
Mari kita lihat beberapa kesamaan (yang mestinya bukan hanya kebetulan semata-mata ) :
1. Tanggal 11 adalah tanggal terjadinya tragedi WTC,apakah suatu kebetulan bila surat At Taubah terletak pada juz ke 11.
2. Bulan terjadinya tragedi itu adalah bulan September (bulan ke 9), apakah secara kebetulan jika surat At Taubah berada pada urutan ke 9 dari Alquran.
3. Tahun terjadinya tragedi itu tahun 2001 , apakah secara kebetulan pula bila jmlh huruf dalam surat AtTaubah terdiri dari 2001 huruf.
4. Jumlah tingkat di gedung WTC ada 109 tingkat, sekali lagi apakah mungkin kebetulan – berulang sampai 4 kali – bila hal tersebut sudah tertulis dalamSurah At Taubah ayat 109.
SubhanAllah, Maha Suci Allah dan sungguh benar nabi Muhammad adalah Rasul-Mu !
Sungguh benarlah firman-Mu yaa Roob
Quote : Forum Kajian Islam
Selasa, 13 Maret 2012
Injil Barnabas Injil yang ASLI ???
Oleh: Simon Ali Yasir
Hingga kini banyak sekali umat Muslim yang beranggapan bahwa Injil Barnabas adalah Injil yang asli, sedemikian rupa keyakinan itu hingga mereka menafsirkan Qur’an Suci – khususnya tentang penYaliban Yesus – dengan menjadikan Injil tersebut sebagai hakim bagi Qur’an Suci. karena mereka beranggapan bahwa yang disalib itu bukan Yesus melainkan Yudas Iskariot dan Yesus itu sendiri diselamatkan dengan diangkat kelangit kedua dengan badan wadagnya. Kini yang menjadi pertanyaan benarkah Injil Barnabas itu asli?, bukankah hanya kitab Al-Quran saja yang kemurniannya dijaga oleh Allah Ta’ala?
Injil Barnabas menurut Qur’an Suci
“Dan sebagian mereka buta huruf; mereka tak tahu Kitab, selain (dari) desas-desus dan mereka hanya mengira-ngira saja. Maka celaka sekali orang yang menulis Kitab dengan tangan mereka, lalu berkata: Ini adalah dari Allah; agar mereka memperoleh harga yang rendah sebagai pengganti ini. Maka celaka sekali mereka, karena apa yang mereka tulis dengan tangan mereka, dan celaka sekali mereka, karena apa yang mereka usahakan” (2:78-79)
Sangatlah tepat gambaran Qur’an Suci tentang kitab Suci yang sudah-sudah bahwa pengetahuan mereka tentang Kitab (ajaran) tersebut adalah dari desas-desus dan perkiraan saja hal ini diakui oleh Injil Lukas
“Teofilus yang mulia, banyak orang yang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar” (Lukas 1:1-4)
dari penuturan Lukas tersebut dapat disimpulkan:
- 1. sejak zaman permulaan kekristenan telah banyak disusun Injil: banyak orang yang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,…”
- 2. Injil itu disusun berdasarkan Cerita dari mulut ke mulut yang fokusnya adalah pelajaran Al-Masih sang Firman: yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman”.
- 3. Injil Lukas disusun dengan cara ambil sana ambil sini yang dianggapnya benar:” Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,….”
Kitab Suci yang ditulis langsung, dibaca lalu diamalkan hanyalah Qur’an Suci (80:11-16; 75:17-19). Sebelum Qur’an Suci ajaran-ajaran kitab-Kitab suci sebelumnya tak pernah langsung ditulis dibawah pengawasan sang Nabiyullahnya melainkan hanya berupa cerita-cerita dari mulut-kemulut saja selang beberapa tahun dari wafat / hijrahnya Nabi tersebut barulah ajaran-ajaran yang berdasarkan perkiraan dan yang berasal dari desas-desus tersebut dibukukan. Hal ini termasuk pula Injil Barnabas. Bila Injil Barnabas itu asli (Suci) maka tak mungkin Qur’an Suci menyama ratakan bahwa semua kitab-kitab suci yang terdahulu itu telah rusak dan tak mungkin pula Qur’an Suci menobatkan dirinya sebagai penjaga ajaran yang masih asli dan yang membetulkan dari kesalahan-kesalahan Kitab Suci yang terdahulu:
“Kami menurunkan kepada engkau Kitab dengan kebenaran, yang membetulkan Kitab yang ada sebelumnya, dan yang menjaganya” (5:48)
Jelaslah kiranya bahwa menurut Qur’an Suci tak ada Kitab Suci yang masih murni (suci) selain Kitab Suci Al-Qur’an itu sendiri.
Injil Barnabas ditulis sesudah tahun 1300 Masehi
Injil Barnabas terjemahan Rahnip M., B.A. didasarkan atas Injil Barnabas bahasa Inggris yang merupakan terjemahan dari naskah bahasa Itali yang ditemukan di Perpustakaan Negara di Wina. Terjemahan ke dalam bahasa Inggris oleh Ragg dan Laura Ragg pada tahun 1907 (di Oxford, at the Clarendon Press). Sedangkan terjemahan Abu-Bakar-Basymeleh didasarkan atas Injil Barnabas berbahasa Arab oleh seorang terkemuka Dr. Kholil Saadah dalam tahun 1908, yang juga berasal dari naskah Itali di perpustakaan Wina itu. Jadi kedua terjemahan Indonesia yang berasal dari terjemahan Inggris dan Arab sama-sama bersumber pada terjemahan bahasa Itali. Menurut Dr. Khalil Saadah, naskah Itali yang tersimpan di perpustakaan negara di Wina itu berasal dari Amsterdam, yang diduga keras naskah itu berasal dari Spanyol. Hubungan dagang Amsterdam-Venesia saat itu sangat ramai. (Injil barnabas ditulis dalam bahasa Itali yang bercampur dengan dialek Toscan dan Venezian). Uraian mendalam silahkan membaca “Mukaddimah” oleh Dr. Kholil Saadah dalam Injil barnabas hal. x-xxxvii.
Keluarnya Injil Barnabas dari perpustakaan Paus Sixtus V diceritakan oleh Mustafa de Aranda dalam Kata Pengantar edisi Spanyol. Ia menguraikan riwayat Fra Marina seperti dinukil oleh Prof. K.H. Anwar Musaddad sebagai berikut:
“Ada seorang Uskup bernama Fra Marino yang hidup pada abad 16. Ia sangat rindu untuk membaca Injil Barnabas karena Barnabas itu adalah murid Yesus sendiri dan pernah bersama-sama dengan Paulus mengadakan misi-misi perjalanan tapi kemudian berpisah dengan Paulus karena ada segi-segi pertentangan paham yang sangat prinsipal antara keduanya”.
Pada suatu ketika Uskup itu berkunjung ke istana Paus Sixtus V (1521-1590) dan mungkin karena terlalu lelah, maka Paus tertidur di muka tamunnya. Guna memanfaatkan waktu, Fra Marino masuk ke perpustakaan Paus untuk menghabiskan waktunya dengan membaca. Secara kebetulan tangannya terpegang pada Injil Barnabas yang dirinduinya. Dengan penuh perhatian ia membaca beberapa halaman sedang dalam hatinya berharap untuk membaca sampai tamat. Karena ia berkeyakinan bahwa kitab yang sangat berharga itu tidak mungkin boleh dipinjamnya, maka timbullah fikiran untuk mencurinya. Dengan rapih sekali Kitab itu disembunyikan dalam mantelnya. Begitu Paus bangun, ia pamitan pulang.
Di rumah dibacanya Injil itu dan akhirnya ia spontan memeluk agama Islam” (Kedudukan Injil Barnabas menurut Pandangan Islam, hal 21)
Uraian Anwar Musaddad sepintas lalu memberi kesan bahwa Injil Barnabas yang muncul dalam perpustakaan Paus Sixtus V yang sekarang tersimpan di perpustakaan negara Wina adalah Injil Barnabas yang termasuk Injil yang terlarang menurut tiga dektrit Gereja tersebut. Akan tetapi menurut penyelidikan, terutama penyelidik Kristiani, urain di atas diangaggapnya sebagai kabar burung atau isapan jempol belaka. Naskah Injil Barnabas di perpustakaan negara Wina bukanlah tulisan tangan Barnabas murid Yesus Kristus, sebab bahasa Itali menjadi bahasa tulisan. Demikian pula berdasarkan kertas dan cap air (water mark) yang digunakan, juga membuktikan bahwa umur Injil itu tak sezaman dengan Yesus Kristus. Akan lebih jelas lagi jika memperhatikan isinya. Dalam pasa 82-83 disinggung tentang tahun Yobel yang dirayakan sekali dalam 100 tahun. Menurut Imamat 25:8-55 dan 27:16-25 tahun Yobel dirayakan sekali dalam 50 tahun dan ketentuan ini tak diubah oleh Yesus. Baru pada tahun 1300 Paus Banifacius VIII memerintahkan agar tahun Yobel dirayakan sekali dalam 100 tahun. Nah, dengan demikian terang sekali bahwa Injil Barnabas ditulis pasti sesudah tahun 1300 Masehi. Jauh lebih muda usianya degan Injil-injil perjanjian baru.
Siapa Penulis Injil Banabas ?
Tulisan Bishop Irenaeus (120-202 M), seorang berasal dari Smyma yang kemudian menjabat bishop di kota Lyon pada tahun 177 M, ada menyebut-nyebut Injil Barnaba (Gospel of Barnabs). Beberapa fragmen dari tulisan Bishop Irenaeus yang ditemukan itu berjudul Adverse Haereses.
Sedangkan ensiklike tentang, Bacaan Terlarang yang diumumkan oleh Paus Glasius I (492-496 M) pada tahun 492 M, mencantumkan nama Injil Barnaba. Jadi, Inijil Barnaba, itu pada masa dulu memang ada, tapi belakangan lenyap dari peredaran dan tidak ditemukan pada abad-abad berikutnya. Injil Barnaba itu pada masa dulu, jikalau tidak menggunakan bahasa Ibrani ataupun bahasa Aramik, maka setidak-tidaknya menggunakan bahasa Grik.
Pada abad ke-16 masehi ditemukan naskah Injil Barnabas menggunakan Ibahasa Itali. Konon seorang Frather menemukannya dalam Vatican Library dan menyelundupkannya keluar. Pada pinggir-pinggir halaman dijumpai catatan-catatan seseorang mempergunakan bahasa Arab. Naskah berbahasa Itali itu disalin belakangan ke dalam bahasa Sepanyol.
Pada tahun 1709 M, penasihat Raja Prussia bernama Craemer berkunjung ke Amsterdam dan di dalam perpustakaan seorang bangsawan tua disitu menjumpai naskah Injil Barnaba berbahasa Itali itu. Pada tahun 1713 M, naskah tersebut diserahkannya kepada Prins Jugend Savoy; dan pada tahun 1738 M, perpustakaan milik Prins Jugend itu dipindahkan kepada Perpustakaan Kerajaan di Wina. Disitulah naskah itu dijumpai kembali dan disalin oleh seorang sarjana Inggris ke dalam bahasa Inggris.
Pada tahun 1709 M, penasihat Raja Prussia bernama Craemer berkunjung ke Amsterdam dan di dalam perpustakaan seorang bangsawan tua disitu menjumpai naskah Injil Barnaba berbahasa Itali itu. Pada tahun 1713 M, naskah tersebut diserahkannya kepada Prins Jugend Savoy; dan pada tahun 1738 M, perpustakaan milik Prins Jugend itu dipindahkan kepada Perpustakaan Kerajaan di Wina. Disitulah naskah itu dijumpai kembali dan disalin oleh seorang sarjana Inggris ke dalam bahasa Inggris.
Belakangan dijumpai lagi naskah Injil Barnaba berbahasa Sepanyol, dipinjam Dr. Holm dari Hardley di Hampshire, seorang Orientalist, dan naskah itu kemudian pindah tangan kepada Dr. Minkhauss, seorang anggota King’s College di Oxford, lalu menyalinnya ke dalam bahasa Inggris.
Pada tahun 1784 M, naskah berbahasa Sepanyol dan salinannya ke dalam bahasa Inggeris diserahkan kepada Dr. White, yang memperbandingkannya dengan salinannya ke dalam bahasa Inggris dari naskah Itali, dan tidak menjumpai perbedaan isi antara kedua salinan itu.
Injil itu menyatakan Jesus Keristus tidak disalibkan karena yang tertangkap dan yang disalibkan itu adalah Judas Iskariot. Selanjutnya tidak ada menyebut-nyebut tentang Ilahiah dari Jesus Keristus.
Injil itu menyatakan Jesus Keristus tidak disalibkan karena yang tertangkap dan yang disalibkan itu adalah Judas Iskariot. Selanjutnya tidak ada menyebut-nyebut tentang Ilahiah dari Jesus Keristus.
Tentang keaslian isi Injil Barnaba dalam naskah berbahasa Itali itu, yakni salinannya kedalam bahasa Itali itu, merupakan tandatanya besar. Karena di dalam naskah berbahasa Itali itu nama Nabi Muhammad s.a.w. berkian kali disebutkan secara jelas dan nyata.
Penelitian terhadap jenis kertas yang digunakan beserta cara penjilidannya membuktikan bahwa naskah berbahasa Itali itu berasal dari masa sekitar Abad ke-16 masehi. Di dalam kemungkinan :
Penelitian terhadap jenis kertas yang digunakan beserta cara penjilidannya membuktikan bahwa naskah berbahasa Itali itu berasal dari masa sekitar Abad ke-16 masehi. Di dalam kemungkinan :
1. Keseluruhan isi Injil Bamaba itu bikinan seorang penulis Kristen, yang guna memikat hati seorang Penguasa pihak Islam pada masa itu, sengaja mempersembahkan karyanya itu; dan karena sesuatu peristiwa yang tidak diketahui lantas naskah berbahasa Itali itu jatuh pada akhirnya ke tangan pihak Vatikan.
2. Injil Bamabas yang asli itu ditemukan oleh seorang Kristen, yang kemudian memeluk agama Islam, lalu menyalinnya ke dalam bahasa Itali dan menambahkan Ayat-Ayat Sisipan mengenai Nabi Muhammad s.a.w.
Sampai kepada masa sekarang ini, permasalahan naskah Injil Barnaba berbahasa Italia itu belum memperoleh jawaban yang pasti. Kecuali jikalau sempat ditemukan kelak naskahnya yang berbahasa Grik hingga diperoleh suatu alat pembanding. Pihak dunia Kristen sendiri menolak akan keaslian Injil Barnaba itu.
Jika demikian siapakah penulis/pengarangnya? Menurut kesimpulan Drs. J.Slomp, pengarangnya adalah Fra Marino alias Mustafa de Aranda itu sendiri, karena kabar burung itu diisyaratkan dalam fasal 192 Injil barnabas itu sendiri. Agaknya ia seorang Yahudi berkebangsaan Spanyol yang dipaksa memeluk agama Roma Katolik, kemudian ia memeluk agama Islam; sebagaimana banyak orang lainnya dia meninggalkan Spanyol dan pergi ke Bologna (Italia), dan di kota itu dikarangnya Injil barnabas, baik dalam bahasa Italia mapun bahasa Spanyol. Sebagai bukti bahwa ia seorang Islam catatan-catatan pinggirnya berbahasa Arab dan kecaman-kecamannya terhadap Paulus dkk yang mirip-mirip dengan ajaran Islam; sedangkan bukti yang menunjukkan ke-Yahudiannya antaralain ia menolak Yesus sebagai Mesias yang di janjikan.
“Dari itu mereka telah mengutus orang-orang Lewi untuk menanyakan kepadanya, kata mereka: “Siapakah gerangan engkau?” Maka Yesus telah mengakui dengan menyatakan:”Sesungguhnya aku ini bukanlah Messias.” (Bar 42:1-7)
“Dan setelah sembahyang itu selesai, berkatalah imam dengan suara yang keras: ” Berhentilah Ya Yesus, sebab harus kami mengetahui siapakah gerangan engkau ini, demi untuk menenangkan Umat kita.” Yesus menjawab: “Aku Yesus anak Maryam dari keturunan Daud, seorang manusia yang pasti akan mati, takut kepada Allah dan menuntut agar kemuliaan dan penghormatan itu, tidak diberikan melainkan kepada Allah”. Imam itu menjawab : “Bahwa telah disuratkan dalam kitab Musa bahwa Tuhan kita akan mengutus untuk kita Messias yang akan datang buat memberitahukan kita tentang apa yang dikehendaki oleh Allah dan dia akan membawa rahmat Allah bagi (penduduk) bumi. Dari itu kuharap supaya engkau berkata benar kepada kami. Apakah engkau ini Messias Allah yang kami nanti-nantikan itu ?” Yesus menjawab: “Benar Allah telah menjanjikan demikian, akan tetapi aku ini bukanlah dia, karena dia itu tercipta sebelum aku, dan akan tiba sesudahku.”
….”Demi Allah yang aku berdiri di hadapan-Nya, bahwa sebenarnya aku ini bukanlah Messias yang sedang dinantikan oleh seluruh bangsa di muka bumi, seperti yang telah dijanjikan oleh Allah kepada bapak kita Ibrahim, Firman-Nya:” Dengan anak keturunanmu Aku akan memberkahi semua bangsa-bangsa di dunia”. (Bar 96:1-5,8).
Dari penuturan barnabas diatas kita dihadapkan oleh dua pilihan jikalau Injil Barnabas itu asli maka kita akan mengatakan bahwa wahyu Ilahi itu salah atau bahkan dusta (Na’uzubillah min dzalik) karena Qur’an Suci jelas-jelas menyatakan bahwa Yesus itu adalah Al-Masih/Mesias. Mungkinkah Allah salah atau Yesus – Nabiyullah yang maksum – telah mengeluarkan kata-kata yang menjijikan dengan berdusta kepada umatnya ??
Ayat Injil Barnabas yang tak masuk akal.
1. “Yesus menjawab: Dikala Allah menciptakan gumpalan dari tanah, kemudian meninggalkannya duapuluh lima ribu tahun tanpa mengerjakan sesuatu yang lain, tahulah Setan yang berkedudukan sebagai imam dan kepala dari para Malaikat itu dengan kecerdasan besar yang dimilikinya, bahwa Allah akan mengambil dari gumpalan itu seratus empat puluh empat ribu orang yang bergelar dengan gelar nubuat beserta Rasul Allah yang telah diciptakan rohnya sebelum segala sesuatu yang lain dengan enam puluh ribu tahun. Dari itu dia (setan) marah, maka dihasutnya para Malaikat, katanya: “Lihatlah pada suatu hari Allah akan menghendaki supaya kita sujud untuk tanah ini ” (Bar.35:6-9),
“karena itu Allah berfirman pada suatu hari di waktu para Malaikat telah berkumpul semuanya: “Semua yang telah memilih aku sebagai Tuhannya, harus segera sujud kepada segumpal tanah ini” (Bar 35:12)
“Adapun setan beserta mereka yang seperti dia, maka mereka berkata:” Ya Tuhan sesungguhnya kami ini adalah roh, dari itu bukanlah dari keadilan kami bersujud untuk tanah ini” (Bar 35:14)
“Ketika itu Allah berfirman:”Enyahlah kalian dari depanKu wahai kamu yang terkutuk, tidak ada padaKu lagi rahmat untuk kalian, “Dan ketika pergi, meludahlah setan kepada gumpalan tanah itu. Lalu Jibril membuang ludah itu beserta sedikit tanah, sehingga karena itu manusia mempunyai pusat diperutnya” (Bar 35:25-27)
Benarkah manusia berpusat karena Jibril membuang ludah setan dan sedikit tanah, maka ada lekukan di perut/pusat. Bukankah pusat manusia itu adalah bekas tali plasenta manusia semasih dalam rahim ibu ?
Kambing, kuda, lembu, kerbau, gajah dan seluruh hewan yang berkaki empat juga mempunyai pusat di perutnya, yang juga semula adalah tempat plasenta selama dalam perut induknya. Apakah itu karena Jibril membuang ludah setan dari mereka juga ?
2. “Dan setelah Malaikat Jibril membersihkan segumpal tanah yang telah diludahi oleh setan itu Allah telah menciptakan segala benda yang hidup dari segala jenis hewan yang terbang yang melata dan berenang. Dan telah menghiasi bumi ini dengan segala yang ada padanya. Pada suatu hari Setan itu mendekati pintu surga. Dan ketika itu ia melihat kuda sedang makan rumput, ia memberitahukan kepadanya bahwa apabila segumpal tanah itu mempunayi nyawa maka ia akan tertimpa kepayahan. Dari itu untuk kepentingannya (kuda) itu ia harus menginjak segumpal tanah itu dengan satu cara yang dapat menjadikan (gumpal tanah) itu tidak bisa digunakan untuk sesuatu. Maka bangkitlah kuda itu dan berlari-lari deras di atas gumpal tanah yang terletak di antara pokok-pokok cemara dan mawar itu. Kemudian Allah memberikan nyawa kepada bagian najis daripada gumpalan tanah yang terkena ludah Setan dan yang telah diambil oleh Malaikat Jibril dan dari pada gumpalan itu. Kemudian diciptakannlah anjing lalu ia menyalak dan menakutkan kuda itu sehingga lari” (Bar 39:4-12)
Dalam Bar 39:4 dikatakan semua hewan telah diciptakan setelah Jibril membuang tanah yang terkena ludah Setan. Tetapi koq anjing diciptakan sesudah kuda makan rumput, artinya anjing tidak serempak dijadikannya. Dan benarkah anjing itu diciptakan dari tanah unsur manusia ?, jika Injil Barnabas ini autentik, apakah hubungan biologis antara manusia dengan anjing ?
3. Dalam Barnabas 53:34-35 dikatakan :
“Dan ketika Yesus mengatakan demikian maka ditamparnyalah wajahnya dengan kedua tangannya. Kemudian ia memukul lantai dengan kepalanya, lalu ketika kepalanya diangkat ia berkata:”Hendaklah terkutuklah barang siapa yang menyisipkan dalam uraian-uraianku bahwa aku ini anak Allah”.
Mungkinkah orang yang berderajat Maksum akan berbuat hal yang demikian dihadapan murid-muridnya?. Autentikkah ini?
4. Dalam Injil Barnaba dikatakan: Yesus diangkat kelangit oleh 4 Malaikat (215:4-6). Dalam Barnaba 219:6-7 dikatakan Yesus dikembalikan kepada ibu dan murid-muridnya atas permintaaan Yesus. Dalam Barnabas 221:7 Yesus berkata: “Pergilah bersama ibunda kebukit zaitun. Karena aku akan naik ke langit dari sana juga (Bar 221:7-8). Kemudian diangkatlah dia oleh keempat Malaikat itu kelangit di depan mata mereka (Bar 221:23). Jadi Yesus naik kelangit 2 (dua) kali. Benarkah hal ini ??
Quote : studiislam.wordpress.com
Senin, 12 Maret 2012
KISAH HIKMAH : Syaikh Junaid dan Si Bahlul
Syaikh Junaid Baghdadi berjalan-jalan keluar Baghdad. Syaikh bertanya pada muridnya kabar Si Bahlul yang gila, dan mereka menjawab, "Dia memang gila, apa yang anda perlukan darinya ?"
"Aku ada perlu dengannya." Lalu para murid mencari Bahlul dan menemukannya di padang pasir. Mereka membawa Syaikh Junaid kepadanya.
Syaikh lalu mengucapkan salam, dan Bahlul bertanya, "Anda Abul Qasim ?"
"Ya, betul !" jawab Syaikh Junaid.
"Anda yang memberikan orang-orang petunjuk spiritual ?" tanya Si Bahlul.
"Ya !" Kemudian Bahlul bertanya, "Tahukah anda bagaimana cara makan ?"
"Ya...! Saya mengucapkan Basmallah, mengambil yang paling dekat, menggigit kecil-kecil, meletakkan di sisi kanan mulut saya dan mengunyah pelan-pelan. Saya mengingat Allah S.W.T. saat makan. Untuk sebutir apapun yang saya makan, saya mengucap Alhamdulillah. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan."
Bahlul berdiri dan berkata, "Anda pemimpin spiritual tapi tidak mengetahui caranya makan." Setelah mengucapkannya, dia langsung pergi. Para murid Syaikh berkata, "O Syaikh ! Dia benar-benar orang yang gila."
Syaikh menjawab, "Dia adalah orang gila yang pandai berucap. Tapi dengarkan pernyataan yang benar darinya."
Setelah itu Syaikh Junaid mengikuti Bahlul. Ketika sampai di bangunan yang berdebu, dia duduk. Junaid mendekati.
Bahlul bertanya, "Siapakah anda ?"
"Syaikh Baghdadi yang tidak tahu bagaimana cara makan."
"Anda tidak mengetahui cara makan, tapi apakah anda tahu cara berbicara ?"
"Ya...! Saya berbicara secara umum dan langsung pada pokok masalah. Tidak berbicara terlalu tinggi atau terlalu banyak. Saya berbicara sehingga para pendengar mengerti. Saya mengajak orang di dunia untuk kembali ke Allah dan Nabi." Kemudian beliau menggambarkan hal-hal yang berhubungan dengan adab dan etika.
Bahlul berkata, "Anda pun tidak tahu cara berbicara." Bahlul berdiri dan pergi diikuti Junaid dan murid-muridnya.
Di sebuah tempat Bahlul bertanya, "Bagaimana cara anda tidur ?"
"Selepas sholat Isya' dan membacakan permohonan, saya pakai baju tidur saya." Kemudian beliau menggambarkan adab-adab tidur. Bahlul kemudian berkata, "Anda pun tidak tahu cara tidur."
Dia ingin berdiri, tetapi Junaid memegang pakaiannya dan berkata, "Wahai Bahlul, saya tidak mengetahuinya. Demi kecintaan kepada Allah ajari saya."
Bahlul berkata, "Anda berkata bahwa anda tahu sehingga saya mencegah anda. Sekarang anda mengakui ketiadaan pengetahuan, jadi saya akan mengajari."
"Kebenaran dibalik memakan makanan menurut hukum adalah sepotong demi sepotong. Jika makanan, anada haram, dengan ratusan adab hal itu tidak akan menguntungkan, tapi bisa jadi menghitamkan hati."
Bahlul melanjutkan, "Hati haruslah bersih, dan memiliki niat yang baik sebelum anda mulai. bicara. Dan pembicaraan anda haruslah menyenangkan Allah. Jika pembicaraan hanya untuk urusan dunia, maka apapun yang anada ekspresikan, akan menjadi bencana bagi anda. Itulah sebabnya, diam dan tenang adalah hal yang terbaik."
"Apapun yang anda ucapkan tentang tidur juga tidak penting. Kebenarannya adalah hati anda harusnya bebas dari rasa iri dan kebencian. Hati anda harusnya tidak rakus dunia, dan ingatlah Allah S.W.T. ketika akan tidur."
Syaikh Junaid kemudian mencium tangan Bahlul dan berdo'a untuknya. Para murid yang menyaksikan kejadian ini, dan yang telah berpikir bahwa Bahlul gila, melupakan tindakannya dan memulai hidup baru.
Quote: nurulhayat
Quote: nurulhayat
Langganan:
Postingan (Atom)



